Proses terwujudnya sebuah Lembaga PendidiKan dan Pelatihan Indonesia mandiri atau yang lebih dikenal
dengan singkatan LAPPIM melalui suatu proses perenungan, transformasi pemikiran yang cukup panjang. Dapat dikatakan proses terwujudnya sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan yang Mandiri tersebut dimulakan pada Tahun 2011,disaat banyaknya permintaan pencetakan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Pemerintah (Kantor/Dinas/Badan), namun ketersediaan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) di Tanah Air banyak yang belum profesional dan bahkan ada Lembaga secara Legalitas ada, tapi dalam operasionalnya hanya dijalankan segelintir orang.

Inilah dapat dikatakan awal lahirnya LAPPIM, yaitu dari sebuah keprihatinan sosok anak muda di Pulau Sulawesi, tepatnya Sulawesi Barat (Topoyo) yang ingin berkontribusi pemikiran ke arah yang lebih baik dan maju. Melalui proses perubahan Paradigma pemikiran dan skill yang lebih mumpuni dan profesional maka harapan ke depan setiap SDM yang ada di Negeri ini dapat mampu melahirkan kegiatan kerja berbasis Ekonomi Produktif yang pada akhirnya pendapatan keluarga ikut meningkat dan secara Makro meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto Regional (PDRB) suatu wilayah.

Impian dan cita-cita itulah yang mendorong sosok Pemuda Sumardin terus melakukan kolaborasi pemikiran dengan beberapa sahabat-sahabatnya di kota Makasar, Mamuju, Jakarta ,Palu, Kalimantan dan Sumatera, dan pada akhirnya Pemuda asal Mamuju Tengah ini bertekad harus mewujudkan sebuah Lembaga yang beroriensi Pendidikan berbasis Keterampilan dan Kecakapan Hidup. Dan tepat Tanggal 16 September 2016 lahirlah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Indonesia Mandiri yang selanjutnya disingkat LAPPIM.